Thursday, July 19, 2012

Sehari jadi Konselor

Ketika hari pertama masuk ke kelas di tahun ajaran baru dengan mengajar siswa-siswi yang juga sebagian besar baru, pasti selalu disertai semangat yang baru. Betul tidak? Saya yakin setiap guru akan mengalami hal yang sama. Kalau toh ada yang beda saya pikir itu terkait soal berapa lama semangat itu akan bertahan hehehehe.

Biasanya pantang jika di awal pertemuan sudah langsung masuk ke materi pelajaran. Efeknya bisa macam-macam. Ada yang sudah pasang muka bĂȘte. Paling banyak mereka pasti berkomentar,

“Ya... baru juga masuk Pak, masa udah belajar aja!” atau
“Pak, kita sekarang nggak belajar dulu kan ya, masih kenalan dan ngobrol-ngobrol aja kan?”

Beruntungnya saya yang mengajar Bahasa Indonesia. Waktu itu kebetulan masuk ke kelas V SD. Andalan saya di hari pertama mengajar pastilah mereka saya ajak ngobrol-ngobrol. Mereka pun senang bukan kepalang. Ternyata mereka khawatir kalau pertemuan pertama pelajaran Bahasa Indonesia pastilah mereka akan disuruh menulis karangan tentang pengalaman liburan seperti yang kebanyakan mereka alami. Padahal mereka tidak sadar, bahwa di pelajaran Bahasa Indonesia, ngobrol-ngobrol itu adalah salah satu dari 4 keterampilan dasar berbahasa yang diajarkan. Secara tidak sadar juga artinya mereka sudah masuk ke materi pelajaran di hari pertama. Hihihihi.

Untuk sisi keterampilan menulis, mereka saya suruh menulis minimal 5 kalimat tentang penilaian mereka terhadap diri mereka sendiri dan penilaian mereka terhadap pelajaran bahasa Indonesia. Biasanya tulisan ini bisa saya manfaatkan untuk mengenal karakter mereka dan memberikan perlakuan yang tepat bagi mereka selama proses belajar. Ada sih satu atau dua anak yang curiga ini bagian dari materi pelajaran di hari pertama.

“Jangan khawatir, hari ini kita belum masuk ke materi kok. Karena Bapak belum pernah mengajar kalian, jadi Bapak harus mengenal kalian dulu. Dan karena kalian juga belum saling kenal dengan teman kalian yang baru, maka sebelumnya kalian harus mengenal diri kalian sendiri dulu kan?” kata saya ngeles

Dan inilah hasil tulisan mereka disertai catatan gurunya yang sok beranalisis ala konselor:

Nama: Rara
Saya orangnya tegas… tapi nggak tegas-tegas banget. Saya suka membaca buku dan mengarang. Saya suka dengan drama. Saya juga suka pelajaran IPA. Saya suka mendengar musik klasik.
CATATAN: Hmmmm. Cukup oke nih buat jadi murid yang nantinya bisa saya andalkan untuk menjadi pemimpin kelas atau kelompok di saat pelajaran saya. Nggak sabar membaca seperti apa tulisan hasil karangannya. Pasti isinya blak-blakan namun penuh dengan harmonisasi dan “cita rasa” tulisan yang berkelas layaknya konser musik klasik. Hehehehe.

Nama: Shaq
Saya orangnya nggak suka kepanasan. Saya sangat suka main bola. Saya suka nonton acara pertandingan sepak bola. Saya suka matematika. Suka juga pelajaran b.indonesia tapi sedikit. Paling bingung kalo disuruh nulis yang panjang-panjang soalnya capek.
CATATAN: Sepertinya cocok kalau anak ini saya ajak belajar di ruangan ber-AC atau di bawah pohon beringin depan sekolah. Perlu sering-sering diajak komentar sepak bola kali ya? Kali aja bisa jadi analis atau komentator bola di Goal.com

Nama : Hesky
Saya orang yang sederhana. Saya juga kadang-kadang jahil.Saya suka bahasa Indonesia tapi kadang-kadang tergantung gurunya. Saya suka ngelawak. Kadang-kadang saya cerewet. Saya paling takut sama kecoa.
CATATAN: Saya pernah pakai metode Stand Up Comedy untuk melatih siswa SMA agar pede ngomong di depan umum. Tapi untuk anak ini, walau masih kelas V sepertinya sudah bisa saya arahkan ke sana. Oh iya. Kalau anak ini jahil tinggal saya kasih kecoa. Gampang kan?

Nama: Hafiz
Saya orangnya asyik. Saya suka mengekpresikan diri. Saya paling suka bahasa Indonesia yang ada pelajaran dramanya. Saya hobi berolahraga. Saya suka membatu ibu saya.
CATATAN: Cocok untuk berpatner dengan Rara. Bisa jadi andalan sebagai siswa yang selalu mau disuruh tampil duluan ke atas panggung karena pastinya paling pede. Benar-benar anak yang berbakti kepada orang tua. Saya doakan ilmu kamu akan bertambah banyak. Banyak teman, banyak rezeki, enteng jodoh, dan menjadi ahli surga karena kamu suka membantu orang tua. Hehehe.

Nama: Biem
Saya orangnya suka mengganggu teman. Saya sangat jahil. Saya suka pelajaran bahasa Indonesia tapi cuma yang puisi dan pantun doang. Saya tidak suka pelajaran bahasa Indonesia kalo bagian nulis dan baca karena capek. Saya tidak suka baca buku.
CATATAN: Sebenernya sih udah pernah tahu track record anak ini tahun sebelumnya yang pada akhirnya bikin dia tinggal kelas. Next time saya mungkin akan tulis cerita tentang ulah anak "istimewa" ini. Intinya, hanya hidayah tuhan lah saya rasa yang bisa menggiringnya ke perubahan sikap yang lebih baik. Tapi sementara menunggu hidayah itu datang, saya harus lebih banyak memberikannya tugas membuat puisi dan pantun untuk mengalihkan sifat jeleknya itu. Semoga!

Nama: Hana
Saya orangnya plin-plan. Pelajaran bahasa Indonesia itu paling saya suka. Saya suka membaca buku. Saya juga suka menulis, kecuali kalau disuruh menulis pengumuman. Saya suka melihat pemandangan yang indah.
CATATAN: Sesuai dengan namanya, Hana = Bunga pantas lah dia suka dengan yang indah-indah. Tapi, anak ini sepertinya mudah terpengaruh pembentukan opinynya harus diarahkan ke hal yang baik. Saya menduga kenapa dia nggak suka menulis pengumuman ya karena plin-plan menentukan tanggalnya hehehe. *analisisnya udah mulai ngaco ya

Nama: Avi
Saya itu orangnya pemarah. Tapi saya nggak suka berantem. Pelajaran yang saya suka adalah IPA, Bahasa Indonesia, Matematika sama Olahraga. Saya suka main bola. Saya tidak suka pelajaran bahasa Indonesia.
CATATAN: Dari tulisannya saja nggak konsisten. Jadi sebenarnya kamu itu suka apa benci dengan pelajaran Bahasa Indonesia sih? sepertinya di lain waktu isi perkataan anak ini tidak boleh ditelan mentah-mentah, dan jangan langsung dipercaya begitu saja. Jadi penasaran, kira-kira ini anak sebenarnya suka berantem nggak ya… *analisis yang nggak jelas

Nama Umam:
Saya nggak begitu suka bahasa Indonesia karena banyak nulisnya. Saya sukanya makan dan ngadem. Saya suka isengin temen. Saya suka main game. Saya bingung mau nulis apa lagi.
CATATAN: Kelebihan anak ini sepertinya adalah JUJUR. Sabarlah Umam, sampai sekarang saya masih bermimpi mengembangkan materi Bahasa Indonesia yang terintegrasi dengan video game untuk anak-anak seperti kamu. Tunggu saja *benar-benar catatan yang nggak mengandung solusi.

Untungnya punya murid yang jumlah sekelasnya cuma seiprit. Jadi punya banyak pilihan metode yang bisa diterapkan orang per orang hihihihi. Kebayang kan kalau jumlah siswa sekelasnya bejibun

No comments:

Post a Comment